🎋 Video Seksual 2011 Korea
Mengangkatcerita yang sama dengan novel, film Silenced menggambarkan
Nontonvideo Video Seksual 2011 Korea dan download bokep sex ngentot Video Seksual 2011 Korea gratis ceweknya cantik seksi manja nafsuin bikin ngaceng. If you are one of these users, download this free full version for Xnxubd 2019 Nvidia Video Korea, is an ideal mobile application to download or watch the videos you want to watch.
KinantiNuke Mahardini. skandal seks yang melibatkan seleb korea. Agustus 2016, Uhm Tae Woong dituduh melakukan pelecehan seksual pada seorang perempuan di panti pijat. Setelah polisi menyelidiki kasus ini, pemilik panti pijat ternyata telah membuat laporan palsu untuk menghacurkan nama Uhm Tae Woong.
0508/2020 Untuk itu Xnxubd 2019 ini pasti cocok buat kamu yang ingin menarik kesimpulan mengenai aplikasi ini. Nvidia Video Korea Mungkin salah satu yang paling diminati di kalangan remaja saat ini, karena adegan-adegan yang ada di xnxubd korea ini sangat mengesankan dan sangat apik sekali untuk di tonton, apalagi dibarengi dengan berbagai makanan ringan
videoini mungkin menaikkan nafsu diri sendiri jika anda menyukai video ini sila subscribe share dan komen video ini untuk saya meneruskan lagi upload video
SesudahXnxubd 2019 Nvidia Video Japan APK diinstall pada piranti Anda, Anda segera dapat melihat segala hal favorite Anda Nonton video Video Seksual 2011 Korea dan download bokep sex ngentot Video Seksual 2011 Korea gratis ceweknya cantik seksi manja nafsuin bikin ngaceng Latest NVIDIA news, search archive, download multimedia, download
ApkXnxubd 2020 Nvidia Video Japan Dan Korea Full Bokeh Terbaru Trends terkini The xnxubd 2019 nvidia geforce x xbox one x videos apk is an android mobile application developed by nvidia, where you will get a lot of nvidia geforce x xbox games videos Maka dari itu kami akan bahas secara terperinci tentang Xnxubd 2019 Nvidia Video Korea ini
Nontonvideo Video Seksual 2011 Korea dan download bokep sex ngentot Video Seksual 2011 Korea gratis ceweknya cantik seksi manja nafsuin bikin ngaceng Xnxubd sudah kita temukan dari mulai 2017 sampai sekarang ini 2020 Christmas Lights Lyrics by Coldplay Christmas night time, one other battle Tears, we cried a flood Join Telegram
Nontonvideo Video Seksual 2011 Korea dan download bokep sex ngentot Video Seksual 2011 Korea gratis ceweknya cantik seksi manja nafsuin bikin ngaceng Seperti yang diketahui tak hanya bokeh china saja yang banyak di cari namun xnxubd 2018 nvidia video japan download free full version 2017 pun sama dengan populernya kw di atas Jika sobat sedang
KoreaSelatan telah menjadi pusat spycam global atau penggunaan kamera kecil tersembunyi untuk merekam korban telanjang, buang air kecil, atau berhubungan seks. Kasus-kasus lain melibatkan foto-foto intim yang bocor tanpa izin, atau pelecehan seksual seperti pemerkosaan yang terekam kamera dan video yang dibagikan secara online.
VideoGirl: Directed by Ty Hodges. With Meagan Good, Adam Senn, Ruby Dee, La'Myia Good. After a knee injury, an aspiring ballerina ends up with a new career as a video girl, but soon figures out that fame is not all that it is cracked up to be.
2305/2022 Link Download Xnxubd 2019 Nvidia Video Korea Bokeh Full Sensor. Sebelum Anda mulai mengunduh pembaruan Xnxubd 2019 Nvidia Video Korea Bokeh Full Sensor terbaru, pastikan Anda memiliki kuota agar tidak terjebak di tengah. Tentu saja, jaringan juga harus stabil.
1UcZ2. Jakarta - Pejabat penegak hukum AS mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menangkap ratusan orang di seluruh dunia, setelah membongkar situs pornografi anak dark web berbasis di Korea Selatan yang menjual video mengerikan melalui transaksi uang hukum dari Amerika Serikat, Inggris dan Korea Selatan menggambarkan jaringan itu sebagai salah satu operasi pornografi anak terbesar yang mereka temui hingga saat ini, seperti dilaporkan Reuters, 17 Oktober web Welcome To Video mengandalkan cryptocurrency bitcoin untuk menjual akses ke video yang menggambarkan pelecehan seksual anak, kata pihak berwenang, termasuk rekaman anak-anak kecil yang diperkosa. Laman unggahannya secara khusus menyatakan, "Jangan unggah pornografi orang dewasa.""Situs Darknet yang mendapat keuntungan dari eksploitasi seksual anak-anak adalah salah satu bentuk perilaku kriminal yang paling keji dan tercela," kata Asisten Jaksa Agung AS Brian A. hukum telah menyelamatkan setidaknya 23 korban di bawah umur di Amerika Serikat, Inggris dan Spanyol yang secara aktif dilecehkan oleh pengguna situs, kata Departemen Kehakiman AS. Namun masih banyak anak-anak dalam video belum situs yang luas, di mana hampir setengahnya terdiri dari gambar-gambar yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh penegak hukum, disebut pihak berwenang sebagai ledakan konten pelecehan seksual online. Dalam sebuah pernyataan, Badan Kejahatan Nasional Inggris mengatakan para pejabat melihat ada peningkatan keparahan, skala dan Welcome To Video, seorang Korea Selatan bernama Jong Woo Son, dan 337 pengguna di 12 negara berbeda, telah didakwa sejauh ini, kata pihak Son, saat ini menjalani hukuman 18 bulan di Korea Selatan, juga didakwa dengan dakwaan federal di orang lain yang didakwa dalam kasus ini telah dihukum dan menjalani hukuman penjara hingga 15 tahun, menurut Departemen Kehakiman CNN, menurut Departemen Kehakiman, mantan agen Investigasi Keamanan Dalam Negeri, Richard Gratkowski, termasuk di antara lebih dari 30 pengguna situs yang didakwa di AS. Dia mengaku bersalah di Texas karena menerima konten pornografi anak-anak dengan maksud untuk melihatnya dan dijatuhi hukuman 70 bulan penjara, diikuti oleh pembebasan 10 tahun dalam pengawasan dan denda US$ atau Rp 500 To Video adalah salah satu situs web pertama yang memonetisasi pornografi anak menggunakan bitcoin, yang memungkinkan pengguna menyembunyikan identitas mereka selama transaksi dapat menebus mata uang digital dengan imbalan "poin" yang dapat mereka habiskan untuk mengunduh video atau membeli akun all-you-can-watch "VIP". Poin juga dapat diperoleh dengan mengunggah konten pornografi anak baru.
*Peringatan Artikel ini memuat kata-kata vulgar dan deskripsi kekerasan seksual pada penasaranku membuncah ketika melihat kata “roleplay” trending di Twitter, di suatu hari pada Maret 2022. Di mataku sebagai veteran roleplayer, permainan ini sebenarnya populer di media sosial, namun ceruknya terbatas. Bila roleplay sampai banyak dibicarakan, tentu aku ingin tahu penyebabnya. Aku menelusuri twit, reply, dan thread untuk mencari tahu. Namun, yang kutemukan justru informasi “roleplay” rupanya trending dipicu sebuah thread viral. Isinya kronologi kekerasan berbasis gender online KBGO yang menimpa seorang roleplayer perempuan berusia 14 tahun. KBGO itu dilakukan seorang roleplayer berbasis di Telegram yang tidak diketahui gendernya. Dari thread itu aku mengetahui, pelaku memamerkan KBGO yang ia lakukan di sebuah grup chat Telegram beranggotakan 10 ribu akun. Alih-alih mengutuk, sebagian anggota grup itu mendukung aksi pelaku dan ikut mengolok-olok yang diterima korban berupa dipermalukan di depan umum. Misalnya, foto korban dicuri, dimanipulasi dengan tambahan foto penis, lalu dibagikan di grup Telegram. Mengingat KBGO tersebut dipamerkan di grup chat dan belakangan menjadi thread viral, puluhan hingga ratusan ribu orang mestinya telah mengetahui kasus ini. Namun, tak ada satu pun lembaga perlindungan anak maupun polisi yang turun yang kubaca ini mengingatkanku pada skandal KBGO di Korea Selatan. Kebetulan, ada dokumenter baru yang tayang di Netflix berjudul Cyber Hell Exposing an Internet Horror. Dokumenter ini merekonstruksi kasus sekstorsi pemerasan secara seksual lewat media sosial yang dilakukan dua pelaku dengan nama akun Baksa dan Godgod. Video dan foto hasil sekstorsi disebar dan diperdagangkan oleh pelaku lewat grup chat modus pelaku Salah seorang korban diiming-imingi akan diberi pekerjaan model asalkan mau mengirim selfie sambil mengenakan pakaian dalam. Setelah selfie dikirim, pelaku mengaku bahwa ia penipu. Pelaku lalu mengancam akan menyebar selfie itu ke keluarga dan teman-teman korban jika korban tak mau menuruti keinginan pelaku. Dengan cara itu, korban terus-menerus dipaksa membuat foto dan video seksual. Setidaknya 103 perempuan menjadi korban dua predator ini selama 2018-2020. Sebanyak 26 korban masih berusia anak. Salah seorang korban yang diceritakan dalam Cyber Hell masih duduk di bangku SMP. Meski akhirnya terkuak, butuh waktu lama untuk menangkap pelaku. Pelaku terlindungi oleh identitas mereka yang tersamar. Mereka juga membuat sistem tameng yang rumit agar sulit anggota grup chat yang tergerak menjadi informan, serta kerja sama jurnalis mahasiswa, jurnalis profesional, dan polisi siber, Moon Hyung-wook alias Godgod lelaki, 24 tahun dan Cho Ju-bin alias Baksa lelaki, 25 tahun akhirnya tertangkap. Polisi juga memenjarakan 245 orang yang terkait grup chat ini. Usia orang-orang yang tertangkap ini masih sangat muda, rata-rata 21 tahun. Mirip dengan Cyber Hell, pelaku KBGO dalam kasus yang kutemukan di Twitter berlindung di balik identitas roleplay-nya. Ia percaya diri tak akan tertangkap. Dan hingga kasusnya “selesai”, memang tak ada yang mengejarnya. Polisi siber Natha Sebagai Contoh KBGO di Dunia RoleplayAku mendapatkan kronologi ini dari thread yang dibuat korban dan teman-temannya di Twitter. Kasus ini telah “selesai”, aku akan menyembunyikan identitas korban agar ia tak di-bully lagi. Aku juga tak akan mencantumkan tautan atau nama asli pelaku serta tokoh sebut saja korban bernama Natha, 14 tahun. Natha memiliki sebuah akun roleplay di Twitter yang dipakai untuk fangirling idola K-pop. Username akun itu tidak menguak nama asli Natha, avatarnya pun memakai foto si idola. Tapi Natha kadang mengunggah informasi tentang jati dirinya. Biasanya berupa detail tak terlalu penting, seperti menu makan siang atau film yang baru selesai ditonton. Ia juga pernah mengunggah foto dirinya di sana, tapi jumlahnya dapat dihitung jari. Dunia roleplay Natha berjalan damai hingga suatu hari. Ia terkejut saat satu akun mutual-nya di Twitter mengadu bahwa ada akun roleplay di Telegram memakai selfie Natha sebagai foto profil. Natha belakangan sadar, itu foto yang pernah ia unggah di Twitter roleplay-nya. Menurut laporan yang diterima Natha, pelaku sebut saja namanya Raiya tengah bermain truth or dare dengan kawan-kawannya di Telegram dan mendapatkan perintah untuk memasang foto asli sebagai foto profil akunnya. Saat itulah ia menggunakan foto bantuan informasi contact ID dari sang mutual, Natha langsung menghubungi Raiya di Telegram. Ia bermaksud meminta Raiya menghapus foto curian itu.“Oh ya ngomong-ngomong, di ava kamu itu muka aku, itu kamu dapet dari mana ya? Kalau emang dapet dari twt, tolong diganti ya? Aku gak mau muka aku dipake macem-macem sama kamu,” kata Natha lewat pesan. Skrinsut chat ini diunggah di thread yang aku baca. Respons Raiya di luar dugaan. Pesan itu ia jadikan sebagai bahan olok-olok di grup chat miliknya di Telegram. Ia mengetik, “Minta maaf? Uuh gamau ah cakep itu foto dia pake kontol.” Raiya mengirim foto Natha yang sudah diedit ke grup tersebut. Foto itu diberi tempelan foto penis. Dan cerita selanjutnya adalah rangkaian perundungan tak henti-henti dan tak bisa Natha mengerti. Misalnya, Raiya juga menempelkan foto vagina ke selfie Natha. Foto itu dipakainya untuk sexting sex testing di Telegram. Raiya lalu mengirim skrinsut chat pornonya ke grup. Ia memberi caption, “Kasih asupan memek Natha dulu biar dapet kontol 🥵.”Belum cukup, ia mengirim pesan lagi. “Pro banget gue ngeditin muka Natha sama memeknya 😭🖕.”Dari skrinsut percakapan grup itu, yang belakangan diunggah dalam thread, anggota grup chat bukan saja tidak menentang tindakan Raiya, mereka justru ikut melecehkan Natha. Beberapa komentar anggota grup, seperti“Cocok sih muka-muka pemain bokepnya keliatan.” “Parah dijadiin bacol, pasti langsung bangun.” “Njir beneran dijadiin bacol 😭.”Perkembangannya begitu dramatis. Sebuah kasus pencurian identitas mendadak menjadi kekerasan seksual, dan ini membuat Natha resah sekaligus takut. Ia menceritakan masalah ini kepada teman-temannya. Mereka sempat terpikir melapor ke polisi, namun kemudian ragu.“Memangnya polisi mau memproses laporan kejahatan yang identitas pelakunya tak diketahui? Kasus-kasus dengan nama pelaku yang sudah jelas saja belum tentu ditindak, apalagi ini,” kata Natha saat aku hubungi lewat media sosial. Aku sempat berhasil ngobrol dengannya, namun belakangan ia tak bisa dihubungi di dunia roleplay penghinaan hingga pedofiliaKekerasan berbasis gender online atau KBGO yang dialami Natha dari dunia roleplay mengingatkanku pada seorang teman yang bernasib serupa. Panggil saja ia Denis 21. Ia sudah berhenti sepenuhnya dari dunia pernah mengalami kekerasan seksual verbal lewat media sosial ASKfm. Kejadiannya ketika ia tidak sengaja menemukan bukti perselingkuhan pasangan roleplay-nya. Menyusul itu, muncul teror dari sosok tak dikenal yang justru menudingnya sebagai orang ketiga.“Aku buka [membuat akun roleplay di] ASKfm, dan link ASKfm-nya aku taruh di profil Twitter aku. Awal main ya biasa aja, pertanyaannya juga enggak aneh-aneh. Sampai akhirnya, aku udah lama gak buka ASKfm. Pas aku buka lagi, inbox-nya tuh udah banyak banget aku lihat dari notif,” cerita Denis.“Pas aku buka, aku kaget banget itu isinya capslock semua, terus banyak banget tanda seru. Pas aku baca, lumayan frontal itu kata-katanya, kayak nyebut alat kelamin. Kasar banget gitu, enggak disensor. Sampai yang ngata-ngatain aku pakai anjing-anjing gitu. Di situ intinya dia [si pengirim] ngata-ngatain aku ngerusak hubungan orang.”Salsa 20, bukan nama sebenarnya, mantan roleplayer yang masih aktif sebagai admin base roleplay di Twitter, mengonfirmasi kejadian yang dialami Denis bukan hal baru di ranah roleplay. Rasa cemburu bisa mendorong seorang roleplayer menyemburkan makian seperti genit, murahan, hingga lonte ke roleplayer lain meski tak saling kenal. Menurut Salsa, pelaku teror merasa aman karena identitasnya fiktif sehingga ia tak akan dimintai pertanggungjawaban. Namun, bagaimana jika identitas yang dipakai pelaku ternyata tidak fiktif? Bagaimana jika identitas palsu itu dicuri dari orang lain? Modus seperti ini belakangan banyak dipakai dipakai pelaku pencurian uang. Skemanya, pelaku A memakai data pribadi korban B untuk mengambil pinjaman online. Korban baru akan sadar belakangan ketika tagihan sudah identitas inilah yang dialami Natha. Sejak aku masih aktif sebagai roleplayer, kejahatan semacam ini telah ada, kami menyebutnya faker penipu. Setahuku, istilah faker merujuk pada segala tindakan mencuri identitas orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, untuk diaku-aku sebagai diri sendiri. “Masih banyak sih [roleplayer yang jadi faker]. Bahkan sekarang ini faker-nya itu lebih pinter gitu,” kata Salsa.“Jadi kemarin tuh temenku ada cerita, ada faker yang bener-bener semuanya itu ada, kayak dia ngirimin VN [voice note], ngirimin nyanyian, kecuali telepon ya, terus foto pap dia gitu. Nah, itu dia ambil fotonya dari unggahan temannya di akun real, dia jadiin bahan. Nah, buat suara, video nyanyi segala macem VN itu, dia ngambil dari YouTube yang viewers-nya cuman seribu dua ribu, yang paling banyak sepuluh ribu gitu,” lanjut berbeda dari kasus Natha, menurut Salsa biasanya faker dilakukan oleh dan menimpa akun milik laki-laki. “Biasanya faker itu ya, roleplay cowok yang, ya, biar keliatan ganteng gitu, banyak fansnya, banyak temannya.” Apa yang dialami Natha dan Denis termasuk kekerasan berbasis gender online atau KBGO. Sejak awal aku telah menyebut istilah ini. Aku ingin mencantumkan sedikit penjelasan tentang KBGO yang kukutip dari buku CTRL+ALT+Del Kekerasan Berbasis Gender Online KBGO Buku Saku 1 Mengenal Dasar-Dasar KBGO. Buku saku ini disusun kolektif feminis PurpleCode Collective pada 2020 lalu dan bisa diunduh di dua kata yang harus digarisbawahi dalam istilah KBGO, yakni gender dan online. Gender menunjukkan karakter KBGO yang menyerang identitas gender korban, baik agensi, tubuh, maupun seksualitas. Sementara online menunjukkan praktik KBGO yang difasilitasi teknologi digital sebagai mediumnya. KBGO sama seperti kekerasan lain, merupakan bentuk dan ekspresi ketimpangan relasi kuasa. Bahkan kerap kali KBGO adalah perpanjangan dari kekerasan berbasis gender di ruang fisik atau offline. Kekerasan ini juga memiliki beragam bentuk dan melibatkan berbagai macam yang dialami Denis dan olok-olok yang diterima Natha merupakan contoh KBGO berupa trolling, yakni tindakan menghina, memaki, mengejek, dan memberi komentar seksis yang menyerang ketubuhan serta seksualitas korban. Bahkan, Natha mengalami kekerasan tidak hanya dari pelaku primer, Raiya. Ada para pelaku sekunder, yaitu para anggota grup chat yang ikut meramaikan dan memprovokasi Raiya untuk terus melakukan juga mengalami bentuk KBGO berupa manipulasi foto dan impersonasi. Dari buku yang sama didefinisikan, manipulasi foto adalah kekerasan berupa pemalsuan foto korban sehingga mengandung unsur seksual dan menyebarkannya ke publik melalui berbagai platform daring. Sementara, impersonasi adalah kekerasan berupa pembuatan akun atau profil palsu, seolah-olah milik sang korban, untuk mengunggah konten ofensif, provokatif, subversif, atau KBGO lain yang pernah disaksikan Salsa terjadi pada roleplayer, seperti penguntitan daring online stalking. Penguntitan daring merupakan bentuk KBGO yang paling sering mengikuti kasus trolling. Yang digolongkan sebagai online stalking ialah penguntitan dan pengawasan di ranah digital yang membuat korban tidak nyaman. Online stalking dapat diikuti dengan tindak pelecehan, intimidasi, dan ancaman pada korban. Dalam konteks dunia roleplay, online stalking dilakukan dengan mencari akun personal korban untuk kemudian dirundung.“Jadi ini orang yang diteror ini enggak punya safe place lagi, di akun siber [akun non-roleplay] pun diikutin gitu, sampai diteror gitu. Orang-orang udah punya stigma kalo anak akun siber udah pasti pernah main roleplay,” cerita juga pernah menemukan kasus sekstorsi, tindak ancaman dan pemerasan untuk membuat korban mengabulkan keinginan pelaku yang melibatkan tindakan seksual. Bentuk sextortion yang Salsa temukan berupa pengiriman foto bernuansa seksual oleh pelaku pada korban.“Jadi ada akun roleplay pake karakter artis laki-laki, dia nge-DM salah satu roleplay perempuan dengan bahasa-bahasa kotor seperti, Eh memek pelacur lagi butuh belaian kan, lu mau ga jadi pacar gua?’ Terus roleplay perempuan ini bilang, Maaf saya bukan roleplay 18+ dan saya udah punya couple.’ Terus si laki-laki bilang, Alah peduli amat sama couple, mau ga ngentot sama gua?’ Terus dikirimin foto dick.”Pemakaian emoji seronok digunakan oleh pelaku KBGO di medsos. Ilustrasi oleh Jordan Austin/VICEYang cukup mengejutkan, cyber grooming atau pedofilia juga mengintai roleplayer berusia anak di bawah 18 tahun. Apalagi, berdasarkan pengalaman Salsa, roleplayer anak-anak jumlahnya cukup banyak.“Ada [kasus cyber grooming], tapi banyaknya roleplay Telegram. [Anak-anak ini pacaran dengan orang dewasa] di roleplay juga, tapi mereka ini lebih nyerempet ke kehidupan nyata. Kan kalau di Telegram enggak bisa pake filter, jadi kalo telepon kan pasti suaranya sama gitu. Terus, di Telegram ini ada fitur untuk ngirim foto di-timer, jadi orang-orang kayak gini memanfaatkan kesempatan buat ya ada yang disuruh kirim pap lah segala macem, ujung-ujungnya grooming,” tutur menambahkan, “Di satu titik, adikku cerita, Kak, temenku dapet duit dari ini.’ [Responsku] Hah dari siapa? [Adikku bilang] ya [sugar-] daddy-nya. Aku kaget Hah daddy? Waktu itu dia kan masih kelas 6 SD, Kalian tuh masih kelas 6 SD kok mikirnya udah gitu dari mana?’ [Adikku jawab] Ya kita palsuin lah kita bilang kita anak SMA. Dan dia [temen adikku[ itu emang dapet duit kayak 500 ribu. Cuman, aku dan adikku gatau apa yang dikasih sebagai ucapan terima kasihnya. Daddy-nya ini roleplay juga, dan ketemunya di dunia roleplay.”Di Balik pukul rata Sebutan Ava Korea’Ke mana korban KBGO di dunia roleplay bisa berlindung? Bagi mereka yang belum berusia 18 tahun seperti Natha, UU Perlindungan Anak memerintahkan negara untuk melindungi mereka dari kejahatan seksual. Tapi baik korban dan pelaku, mereka sama-sama tak percaya hukum dunia nyata bisa diberlakukan di dunia roleplay. Misalnya ketika Raiya tahu bahwa Natha dan teman-temannya sempat ingin melapor ke polisi. Salah satu skrinsut chat di thread merekam respons Raiya. Raiya bersikap seolah-olah lapor polisi adalah ide konyol.“Lo mau ngelaporin bagaimana? Raiya anak RP telah melecehkan anak di bawah umur dan pelecehan terhadap idol serta agama begitu? Terus ntar lo mau nyuruh bapak polisinya main RP buat nangkep gue?”Natha akhirnya batal melapor ke polisi karena tak yakin polisi akan menilai kasus ini cukup serius. Aku bisa memaklumi keputusannya. Publik kerap memukul rata akun roleplay dan bermacam akun lainnya sebagai “akun ava Korea”. Sebutan ini meremehkan dan mengandung ejekan. Kamu bisa melihat di Twitter bagaimana istilah “ava Korea” disandingkan dengan kata-kata seperti “bodoh”, “problematik”, dan “mudah ditipu”.Akibatnya, masalah antara sesama akun roleplay atau kasus yang korbannya akun roleplay cenderung dianggap “salah mereka sendiri”.Tampaknya, stigma dan label itu lahir karena ketidakmengertian publik pada tren gaya hidup anak muda, terutama Gen Z. Perkara akun “ava Korea” saja di balik simplifikasi semua-mua dipukul rata dengan sebutan “ava Korea”, aku mendapati setidaknya ada lima macam akun yang berbeda tujuan fan account yang dipakai untuk mengekspresikan antusiasme pada idola cyber account atau akun siber yang tadi sempat disebut Salsa. Ini adalah akun palugada, dipakai untuk bermacam tujuan, mulai dari membalas pesan di base, meramaikan postingan anyar idola, berpartisipasi dalam keributan terkini, hingga jadi tempat menyimpan thread rekomendasi. Sekilas cyber account tak ubahnya akun biasa, kecuali di bagian identitas asli yang ditutup-tutupi. Misalnya, dengan tidak memakai nama asli, foto profilnya adalah foto artis atau kartun, serta tak membagikan informasi yang mengarah ke identitas dan keempat adalah business account dan sell-buy-trade account. Dua-duanya akun ava Korea yang dipakai berjualan. Bedanya, komoditas yang dijual business account lebih luas dan beragam daripada sell-buy-trade business account merentang dari akun streaming premium, jasa konversi uang, desain menata profil medsos agar estetik, hingga akun Twitter dengan username bagus dan difolbek banyak base. Di Twitter, lapak business account bisa dicari lewat tagar jualan sell-buy-trade account berkisar di merchandise K-pop. Barang yang paling umum dibarter atau diperjualbelikan adalah photocard beserta akun yang kelima adalah roleplay account. Sesuai namanya, akun ini dipakai untuk bermain peran di semesta roleplay game RPG. Bayangkan RPG seperti teater digital. Platformnya bisa di media sosial apa saja; dari LINE, WhatsApp, Telegram, Twitter, Instagram, hingga RPG, peran yang dimainkan terserah pada si pemilik akun. Misalnya, untuk identitas wajah, ia bisa menggunakan foto artis tapi sekadar untuk face-claim, sementara karakter yang dimainkan sama sekali baru atau murni rekaan si pemain. Namun, pemain juga bisa menggunakan identitas dan karakter seorang artis sepenuhnya. Opsi lainnya, pemain menambahkan sifat-sifat baru bikinannya sendiri ke karakter, namun identitas yang diperankan masih terasosiasi dengan artis yang bersangkutan, sehingga ia pun masih membagikan informasi-informasi yang berkaitan dengan artis yang diperankan. “Roleplay kan sebenernya buat ngebangun karakter, bikin cerita kita gitu dengan menggunakan face-claim artis atau dari yang lainnya. Ya, seharusnya roleplay tuh jadi komunitas untuk kita menulis, membangun karakter biar naikin branding idol juga kan,” komentar tahu roleplayer sering disalahpahami dan kadang dianggap aneh. “Hah, roleplay itu apa, sih? Kpop-Kpop gitu, ya?”, “Kenapa enggak yang nyata-nyata aja sih?” ucap Denis menirukan komentar orang. Menurut Salsa, teman-temannya pun berpikir bahwa roleplay adalah akun-akun yang identik dengan “perkoreaan”. Makalah yang disusun Nurfaidah, Dewi, dan Kurniawan ini menyebut roleplay adalah cara penggemar mendekatkan diri dengan idolanya. Kultur ini sudah lama ada, dipraktikkan oleh fans selebritas internasional, dalam negeri, hingga penggemar anime. Kultur ini diadaptasi oleh penggemar K-pop begitu Gelombang Korea merambat ke Indonesia, diperkirakan mulai ada sekitar roleplay K-pop apalagi ava Korea bukan anomali. Orang yang pernah memasang ava kartun, artis, band musik, sampul album, hingga tokoh politik di media sosialnya mestinya sadar tak berhak menghakimi tren klasik KBGO di dunia roleplayPlatform digital yang menjadi medium roleplay menjadi salah satu rintangan melawan KBGO. Salsa bercerita, saat ini akun Twitter sangat mudah didapat. Kemudahan ini dimanfaatkan pelaku yang ingin mengirim teror tanpa terlacak.“Ya [teror masih banyak terjadi] karena akses untuk dapetin akun tuh gampang. Sekarang akun tuh dijual murah, tinggal ngirim pesan teror, abis itu deaktivasi akun kan udah selesai, ga keliatan jejaknya.”Bagi korbannya, sangat sulit melupakan teror yang pernah mereka terima. Traumanya tak sirna hanya dengan tutup akun. Setelah teror yang menimpanya, Denis memutuskan menutup akun ASKfm miliknya. Namun setelah itu pun ia masih sempat merasa ketakutan setiap melihat logo media sosial tersebut. Natha juga merasakan kelelahan emosional yang sama. Kekerasan berlapis dan banyaknya pelaku sekunder membuat ia tak kuasa menahan beban emosional. Natha mengaku sempat berpikiran untuk bunuh diri. Semangatnya baru kembali setelah menerima dukungan warganet lewat thread yang ia buat. Ia tak lagi merasa sendiri menjalani masalah ini. Dalam sehari, thread itu mendapat 11,6 ribu retweet, 4,4 ribu quote tweets, dan 28,3 ribu pelaku KBGO dipersulit karena ketika kasus Natha terjadi, Indonesia tak punya hukum khusus untuk KBGO. “Jejak digital mau sebanyak apa juga kalo identitas gue engak ada yang bisa lo bongkar, ya percuma,” kata Raiya di salah satu pesannya untuk memidana KBGO seperti sekstorsi, penguntitan online, pelecehan online, penyebaran pornografi, penyebaran pornografi anak, KBGO disertai ancaman atau pemerasan, dan pedofilia online cyber grooming, pembela hukum dan aparat hanya bisa menggunakan sejumlah pasal di tiga undang-undang, yakni KUHP, UU ITE, dan UU dikutip dari buku saku yang dirilis kelompok Awas KBGO, aturan yang tak khusus dibuat untuk mengatur KBGO tersebut memiliki celah yang bisa mengkriminalisasi korban. Misalnya UU ITE Pasal 27 ayat 1 dan UU Pornografi Pasal 4, 6, dan 8. Kriminalisasi korban KBGO ini pernah menimpa seorang perempuan di Garut pada 2019 silam. Korban VA dipaksa suaminya yang berinisial R untuk melakukan seks berbayar dengan dua pria lain. Hubungan seksual itu direkam oleh R yang kemudian seks itu viral. VA dan dua pria di video ditangkap polisi, sementara proses hukum R terhenti karena yang bersangkutan meninggal dunia. Oleh PN Bandung, VA divonis 3 tahun penjara dan denda Rp1 miliar karena melanggar UU Pornografi. Sedangkan dua pria tersebut hanya divonis 2 tahun 9 bulan dan denda Rp1 miliar.“Gatau ya, Kak [tempat untuk melaporkan KBGO] kalau di roleplay, jujur. Kalau ngadu, enggak ada tempat untuk mengadu. Paling kita ngadu ke temen-temen kita sendiri. Lalu ya itu solusinya adalah spill, menyebarluaskan kalau orang ini bermasalah, gini-gini, segala macem, atau [cerita] kita mendapatkan tindakan tidak sesuai,” kata Salsa.“Untuk tempat mengadunya sendiri enggak ada, anggaplah mau dibawa ke jalur hukum, kan susah. Karena kan kita pake karakter orang, berarti ya kita hubungin lagi karakter yang kita pake, kayak ribet gitu. Jadi, emang sebenernya kalo kejadian kasus kayak gini, roleplay tuh ga punya kejelasan hukum yang pasti, gak punya tempat mengadu yang pasti. Ya mungkin karena itu tadi, gak ada tempat mengadu, ya paling bener nge-spill, sanksi sosial aja yang bisa kita kasih.”Tampaknya, alasan itulah yang mendorong Natha dan sahabatnya memilih membuat thread yang mengekspose kelakuan Raiya. “Tujuan thread ini dibuat untuk memberikan peringatan dan menjabarkan kejelasan serta memberikan bukti yang ada, berhubung korban mendapat kerugian berupa penyalahgunaan identitas hak milik dan pelecehan terhadap anak di bawah umur yang sangat tidak bisa ditolerir lagi,” bunyi salah satu twit di thread korban KBGO untuk melapor ke polisi mudah dipahami. Di Twitter, akun polisi virtual Polri CCICPolri yang aktif menindak “hoaks” dan “penghina” pejabat tak pernah sekali pun bicara tentang kuwawancarai, peneliti PurpleCode Collective Idha Saraswati mengatakan KBGO di medium apa pun tak boleh dinafikan. “Ya pada dasarnya KBGO bisa terjadi di akun apa saja, di medium teknologi apa saja. Balik lagi ke diskusi soal KBG [kekerasan berbasis gender], yang tidak bisa dilepaskan dari relasi kuasa dalam masyarakat yg patriarkis. Lalu soal akun roleplay dan fangirl, aku personally belum mendapatkan laporan kasusnya,” ujar menyarankan korban KBGO di dunia roleplay mencari bantuan dengan jalur yang sama seperti korban KBGO lainnya. “Jika akun anonim mengalami KBGO, langkah-langkah seperti yang dilakukan korban KBGO lain menurutku tetap bisa berlaku. Misal dari berbicara ke teman yang dipercaya, kontak hotline aduan, dan seterusnya.”“Jangan merasa sendiri, cari bantuan. Kalau dia tidak sanggup, teman atau keluarga lah yang perlu membantu menenangkan lalu menghubungkan dengan kelompok-kelompok pemberi dukungan,” Idha hotline aduan KBGO antara lain taskforce_kbgo, awaskbgo, Komnas Perempuan, dan LBH APIK.“Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa KBGO itu terjadi dan pelakunya bisa siapa pun, melalui platform macam-macam, dan bisa dengan akun anonim, termasuk akun fangirling dan roleplayer. Dan yang perlu digarisbawahi lagi adalah bahwa KGBO itu menimbulkan konsekuensi bagi korban, enggak peduli hal itu dilakukan lewat platform apa dan akun apa. Kalau dua hal itu dipahami, jalur untuk menangani ataupun mengadvokasi KBGO akan lebih terbuka,” papar platform digital juga dapat dilaporkan pada Kominfo bila membiarkan keberadaan ruang tak aman. Alurnya dengan melapor ke situs karena menurut regulasi, Kominfo hanya bisa memberi teguran dan meminta pemblokiran jika ada laporan dari masyarakat. Pada 2017 silam, Kominfo sempat memblokir akses Telegram di Indonesia karena tak merepons teguran tentang konten terorisme dan radikalisme di platformnya. Dari sisi hukum, harapan baru terbit pada April lalu. DPR akhirnya mengesahkan UU 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual TPKS. Salah satu yang disambut gembira dari UU ini, kekerasan seksual kini juga mencakup kekerasan seksual berbasis elektronik. Sejumlah KBGO diancam pidana oleh UU ini, seperti penguntitan online dan penyebaran konten seksual tanpa lain yang dibuat UU TPKS adalah disclaimer atas pasal pembuatan dan penyebaran konten seksual. Demi tak mengulang problem pasal karet UU ITE dan UU Pornografi, UU TPKS menyebut pembuat dan penyebar konten seksual tak bisa dipidana jika tujuannya untuk membela diri Pasal 14 ayat 4. Dengan demikian, seorang korban sekstorsi yang diperas pelaku agar terus membuat video seksual tidak dapat lain yang diapresiasi dari UU TPKS kekerasan seksual berbasis elektronik diatur sebagai delik aduan harus dilaporkan ke polisi, kecuali jika korbannya berusia anak atau penyandang disabilitas. Artinya, kelak polisi siber wajib mengusut KBGO seperti dialami Natha tanpa perlu menunggu laporan Idha, publik perlu mengawasi apakah aparat akan melaksanakan amanat UU baru ini. “KBGO secara umum masih luput dari sorotan banyak pihak, padahal di dalamnya pola kejadiannya bisa sangat beragam dan dampaknya nyata buat korban. Kalau kemarin-kemarin belum ada aturan hukumnya, jadi sulit sekali untuk mendapatkan perhatian pihak berwenang. Dengan adanya UU TPKS, nanti setahun kemudian bisa dilihat ya apakah ada perubahan dalam penanganan dari pihak berwenang,” ungkap terpendam adanya KBGO di dunia roleplay ini sedikit membuka mataku. Aku teringat ketika tempo hari huru-hara antara sesama pencinta K-pop di Spaces Twitter menjadi tertawaan publik. Di antara banjir komentar yang menghina ava Korea, aku menemukan salah satu akun menyebut “kelompok share link” lebih baik daripada fans K-pop. Istilah share link selalu berlimpah setiap ada video seks amatir jadi perbincangan di media sosial. Kasus VA di Garut yang aku sebut tadi adalah salah satu korban share link. Video seksual VA yang dilakukan saat ia dijual suaminya bukan hanya membuat VA malu, ia juga divonis 3 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Bayangkan penderitaan bertubi-tubi yang VA Twitter, video seks amatir seperti berlimpah. Banyak di antaranya melibatkan remaja. Lewat pelacakan sederhana aku menemukan teaser video semacam itu dipromosikan di Twitter dan diperjualbelikan di Telegram. Sampai di sini, kaum yang gemar berucap “share link” sama saja dengan pendukung Dina Islamy adalah penulis lepas yang bermukim di Yogyakarta, dengan kepedulian utama pada isu-isu gender. Liputan ini mendapat dukungan melalui program fellowship Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual KOMPAKS
Foto Seungri, anggota band K-pop Korea Selatan Big Bang, tiba untuk ditanyai atas kasus suap seks di Kantor Polisi Metropolitan Seoul di Seoul, Korea Selatan, 14 Maret 2019. REUTERS / Kim Hong-Ji Jakarta, CNBC Indonesia- Heboh di pemberitaan dalam tiga hari terakhir, banyak yang bertanya-tanya soal kasus yang membelit anggota boyband BigBang asal Korea Selatan, mulai dari; siapa itu Seungri? Kasus apa yang membelitnya? Mengapa bisa sebegitu besar dan heboh?Berikut rangkuman CNBC IndonesiaSiapa Seungri?Seungri adalah penyanyi berusia 28 tahun, dan salah satu dari lima anggota boyband kenamaan BigBang. Boyband ini berdiri pada 2006, dan merupakan boyband yang memiliki peran signifikan yang mendorong Kpop dikenal secara asli Lee Seung Hyun, ia diberi nama panggung Seungri oleh managementnya YG Entertainment. YG juga manajemen yang membawahi girlband BlackPink, yang belakangan terkenal di Indonesia. Foto Seungri, anggota band K-pop Korea Selatan Big Bang, tiba untuk ditanyai atas kasus suap seks di Kantor Polisi Metropolitan Seoul di Seoul, Korea Selatan, 14 Maret 2019. REUTERS / Kim Hong-JiDilansir dari Time, di dunia hiburan Korea, Seungri mendapat julukan The Great Seungri. Terinspirasi dari karakter fiksi novel The Great Gatsby karya Fitzgerald. Citra ini bahkan ia tampilkan di album solo terbarunya 2018 luar perannya bersama BigBang dan sebagai penyanyi solo, Seungri juga seorang aktor dan pengusaha. Ia pernah membuka akademi tari untuk melatih idola K-pop yang akan datang, memulai label rekaman dan kini telah memiliki jaringan bisnis klub malam dan restoran di daerah elit Korea Selatan, Gangnam. Seungri sebenarnya dijadwalkan untuk wajib militer pada 25 Maret 2019. Namun skandal yang membelitnya ini membuatnya terpaksa fokus di proses YG Entertainment telah resmi mengakhiri kontrak eksklusif mereka dengan Seungri. Sehari sebelumnya, Seungri juga sudah mengumumkan pensiun dini dari dunia hiburan di Korea Kasus yang Membelit Seungri?ProstitusiSeungri diumumkan resmi menjadi tersangka kasus dugaan penyediaan jasa prostitusi dan pelecehan seksual sejak Senin kemarin, oleh kepolisian Korea ini melekat ke Seungri, setelah malam sebelumnya polisi menggerebek klub malam yang ia kelola dan mendapat bukti bocoran percakapan group chat Kakaotalks Seungri. Di mana menurut berita lokal Korea, tercantum pernyataan Seungri yang menawarkan dan menyanggupi untuk memasok wanita penghibur ke salah satu calon penghibur ini dipasok ke klub malam miliknya yang berada di kawasan elit ibukota Korea Selatan, Gangnam- Seoul. Ia juga dicurigai menawarkan dan mengatur layanan seksual bagi para pengunjung Seungri, anggota band K-pop Korea Selatan Big Bang, tiba untuk ditanyai atas kasus suap seks di Kantor Polisi Metropolitan Seoul di Seoul, Korea Selatan, 14 Maret 2019. REUTERS / Kim Hong-JiNarkoba dan Kekerasan SeksualPada akhir Januari, rekaman CCTV pun muncul dari dugaan penyerangan di klub Burning Sun, sebuah klub malam di Seoul di mana Seungri duduk sebagai dewan pria yang diketahui bernama Mr Kim mengklaim jadi korban serangan yang libatkan aparat keamanan, namun belakangan diketahui bahwa ia justru biang keroknya dan polisi langsung sana penyelidikan dimulai dan diketahui terdapat indikasi penggunaan penyalahgunaan narkoba. Diduga terdapat kamera tersembunyi, yang merekam aksi tak senonoh di mana para wanita diberi minuman berisi obat lalu dilecehkan secara seksual sambil Seungri, anggota band K-pop Korea Selatan Big Bang, tiba untuk ditanyai atas kasus suap seks di Kantor Polisi Metropolitan Seoul di Seoul, Korea Selatan, 14 Maret 2019. REUTERS / Kim Hong-JiBermula dari Bocornya Kakao TalksPada akhir Februari, serangkaian pesan teks pada aplikasi pesan populer KakaoTalk bocor dan heboh diberitakan media lokal. Menurut laporan polisi, mereka menemukannya di salah satu ponsel pengirim pesan. Pesan-pesan yang dilaporkan oleh berita lokal mengatakan bahwa Seungri, penyanyi dan aktor Korea Jung Joon Young, dan sejumlah pria lainnya terlibat. Pesan itu menunjukkan kepada orang-orang soal percakapan Seungri yang meminta pegawainya untuk menyediakan wanita penghibur dan menemani investor Taiwan di klub Arena, miliknya. Kendati demikian, Seungri pun membantah melakukan kesalahan dan mengatakan bahwa pesan tersebut buatan media belaka. Namun beda dengan polisi, yang mengatakan bahwa pesan itu cukup untuk modal penyelidikan awal mereka. Indikasi Suap PolisiTerlepas dari hal tersebut siapa sangka ternyata rentetan kasus yang menyeret nama Seungri melibatkan petinggi polisi. Menurut laman Naver, klub Burning Sun yang merupakan milik Seungri dilindungi atau mendapatkan bekingan dari petinggi ini diungkapkan secara langsung oleh Pengacara Bang Jung Hyun yang merupakan sosok di balik terungkapnya kasus Seungri. Dia membongkar dan mengirimkan isi percakapan grup Kakao Talk Seungri dan Joon percakapan itu terdapat rekaman video seksual dan penggunaan jasa prostitusi, yang dilaporkan ke Komisi Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia Korea pengacara mengatakan data percakapan yang ia punya sangat banyak, mencapai puluhan ribu obrolan yang terjadi di periode 2015 sampai 2016. Setelah menelusuri percakapan ditemukan beberapa percakapan yang melibatkan oknum oknum polisi di negara tersebut. Mengetahui hal ini, sang pengacara pun kemudian memutuskan untuk mengirim bukti itu ke 'KPK' Korea, bukan ke kepolisian karena jika dikirim ke polisi khawatir yang pertama akan dicari adalah si informan tersebut, bukan fokus pada ia agak ragu untuk membuka seluruh informasi di kasus tersebut, namun ia meyakinkan bahwa polisi yang terlibat bukan sembarangan. Tapi sudah masuk jajaran petinggi polisi di negeri ketika ada kejadian, seseorang di percakapan itu menjawab. "Saya akan kontak pejabat lebih tinggi" atau "Saya sudah bicarakan dengan atasan saya, sudah beres."Jung Hyun mempertegas, bahwa si polisi memiliki jabatan yang tidak biasa atau setara dengan komisaris jenderal kepolisian Korea Selatan. Kendati demikian, dia masih belum yakin seberapa kuat hubungan para tersangka dan polisi. Apa yang terjadi dengan YG dan sahamnya?YG Entertainment merupakan salah satu dari agensi manajemen K-pop yang berada di tiga besar setelah SM Entertainment dan JYP Entertainment. YG mengelola boyband BigBang, 2NE1, iKon, BlackPink, dan Psy yang populer lewat lagu "Gangnam Style".Foto Girl Band Korea Blackpink dok. Instagram blackpinkofficialRapper Psy kemudian menjadi sensasi viral secara global pada tahun 2014 setelah video "Gangnam Style" -nya memecahkan rekor YouTube, terus meningkatkan visibilitas K-pop di panggung dunia. Baru-baru ini, grup gadis terbaru YG yakni BLACKPINK telah mencuri pasar pasar AS dan muncul di sampul Billboard dan mencuri ini, stok YG turun sekitar 14%, SM mengalami penurunan 11%, sementara JYP turun 4,5%, menurut Bloomberg. Industri K-pop adalah bisnis besar secara global, yang menghasilkan industri hampir US$ 5 miliar.[GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya Skandal Seks Seungri dan Sisi Gelap Industri Hiburan Korea gus/gus
video seksual 2011 korea